Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Kamis, 20 Juni 2019

BNNP Sultra Gelar Diskusi Panel P4GN Dalam Rangka Pra-HANI 2019 dan HUT Bhayangkara ke-73 Provinsi Sulawesi Tenggara

Dalam Rangka Pra-HANI 2019 dan HUT Bhayangkara ke-73 Provinsi Sulawesi Tenggara, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara Bersama Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Diskusi Panel Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pada Kamis (20/6/2019).Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 Wita pagi hari diadakan di Phinisi Ballroom Hotel Claro dengan dihadiri oleh para pimpinan Instansi Vertikal se-Provinsi Sulawesi Tenggara, Rektor Universitas HaluOleo dan IAIN Kendari, para pimpinan OPD se-Sulawesi Tenggara dan Organisasi Wanita dan Kepemudaan yang ada di Kota Kendari.Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sultra, Brigjen Pol. Iriyanto, S.I.K yang berkesempatan memberikan sambutan Dan membuka acara Diskusi Panel P4GN tersebut. Sebanyak 4 (empat) orang narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut antara lain: Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol. Drs. Imron Korry yang membawakan materi Kebijakan Pemerintah RI Bidang P4GN, Kepala Balai POM Kendari, Drs. Leonard Duma, Apt,. M.M membawakan materi Jenis Narkotika dan Dampaknya, Wadir Ditres Narkoba Polda Sultra, AKBP Laode Aries EL. F, S.I.K membawakan materi terkait Ketentuan Pidana dan Penegakan Hukum Tindak Pidana Narkoba serta Kepala KesbangPol. Prov. Sultra, Muhammad Djudul, M.Si yang juga berkesempatan membawakan materi Kebijakan Pemerintah Prov. Sultra dalam Upaya P4GN di Provinsi Sulawesi Tenggara oleh Pejabat Berkompeten. Diskusi yang dipandu oleh Hendra Akbar Ramli dari Kantor TVRI tersebut berlangsung dengan lancar dan diisi dengan diskusi dan Tanya jawab antara narasumber dan tamu undangan.Sebagai kesepakatan dari hasil diskusi, seluruh pimpinan instansi dan OPD diminta untuk berperan aktif dalam kegiatan P4GN dilingkungan masing-masing sebagai bentuk tindaklanjut Inpres Nomor 6 Tahun 2018. #stopnarkoba





Selasa, 21 Mei 2019

Rapat Kerja Teknis Pelaksana Tugas Rehabilitasi BNN Provinsi dan BNN Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara membuka Rapat Kerja Teknis Pelaksana Tugas Rehabilitasi BNN Provinsi dan BNN Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara, Jumat (17/05/2019).Bertempat di Hotel Horison Kendari, kegiatan yang direncanakan berlangsung hingga 18 Mei tersebut dihadiri oleh para Kepala dan Kasie Rehabilitasi BNN Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara, Kabag Umum, Kabid P2M, Kabid Pemberantasan serta seluruh personil Bidang Rehabilitasi BNNP Sultra. Kegiatan dengan tema "Melalui Sinkronisasi Program Rehabilitasi Provinsi Dan Kabupaten/Kota Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Program Rehabilitasi Berkelanjutan" dibuka secara langsung oleh Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol. Drs. Imron Korry, didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi, La Mala, SKM., M.Si dan Kasie Penguatan Lembaga Rehabilitasi, Agus, S.Sos., M.Si.Dalam sambutannya, Kepala BNNP Sultra menegaskan tentang Pentingnya Pecandu dan/atau korban penyalahgunaan narkoba mengikuti program Rehabilitasi berkelanjutan."Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkoba adalah orang sakit yang harus disembuhkan dengan Rehabilitasi" ungkap Kepala BNNP Sultra.Selain Kepala BNNP Sultra dan Kabid Rehabilitasi, Turut hadir sebagai narasumber Kegiatan adalah Kabag Umum , Syamsuarto, S.Sos., M.Kes, Kabid Brantas, AKBP Bagus Hari Cahyono, SE serta Kabid P2M BNNP Sultra yang diwakilkan kepada Kasie Pencegahan, Mindrayatin, SKM, M Kes.Dalam rapat tersebut, para Kepala BNN Kab/Kota diberikan kesempatan untuk memaparkan pelaksanaan Kegiatan Rehabilitasi mulai Januari s.d. April 2019 serta Program Kerja 2020 untuk kemudian dievaluasi secara bersama-sama. Melalui pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu palayanan program Rehabilitasi Berkelanjutan baik di BNNP maupun BNN Kab/Kota yang ada di Sulawesi Tenggara.


Rabu, 20 Maret 2019

Rapat Koordinasi Antar Pemangku Kepentingan Dalam Rangka Implementasi RAN P4GN Bidang Rehabilitasi Tahun 2019

Penyelenggaraan Program Rehabilitasi merupakan salah satu Tugas Pokok dan Fungsi Badan Narkotika Nasional dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang bertujuan untuk mengurangi permintaan dan dampak buruk Penggunaan Narkotika.Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN mengamanatkan kepada BNN selaku penanggung jawab program P4GN untuk melakukan koordinasi dengan Lembaga/Instansi/Badan/Dinas terkait dalam pelaksanaan RAN P4GN.BNN Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Bidang Rehabilitasi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Antar Pemangku Kepentingan dalam rangka Implementasi RAN P4GN Bidang Rehabilitasi Tahun 2019 pada hari Selasa (19/03/2019).Kegiatan Rapat Koordinasi ini dibuka secara langsung oleh Kepala BNN Prov. Sultra, Brigjen Pol. Drs. IMRON KORRY didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi, LA MALA, SKM., M.Si yang sekaligus bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan Rakor ini.Turut hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan Rakor ini adalah Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Biro KESRA SETDA PROV. SULTRA.Kegiatan yang berlangsung di Same Hotel Kendari dihadiri sebanyak 30 orang peserta yang berasal dari Instansi/Badan/Dinas: Badan Kesbangpol, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kanwil Kemenkumham, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Biddokkes Polda Sultra, RSUD Bahteramas, IPWL RS. Jiwa Kendari, IPWL Biddokes Polda Sultra, IPWL RS Bhayangkara, RS Ismoyo Korem 143 HO, Dinas Nakertrans, Dinas Pendidikan Nasional, Dinas Perikanan, Dinas Kehutanan, Balai Latihan Kerja serta BNNP dan BNN Kabupaten/Kota.Dari pelaksanaan kegiatan tersebut, diharapkan agar kerjasama dan sinergitas antar Instansi/Badan/Dinas Terkait dalam Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara dapat ditingkatkan, sehingga upaya Layanan Rehabilitasi Berkelanjutan bagi Pecandu dan/atau Korban Penyalahgunaan Narkotika dapat lebih optimal.



Selasa, 19 Februari 2019

Penyambutan Kepala BNNP Sultra yang Baru

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara yang baru, Kombes Pol. Drs. Imran Korry pada hari Selasa (19/02/2019) mulai berkantor di BNNP sultra.Dihari pertama melanksanakan tugasnya, Kombes Pol. Drs. Imron Korry disambut para pejabat eselon III dan IV serta staf dan tenaga kontrak lingkup BNN Provinsi Sulawesi Tenggara dan BNN Kota Kendari.  Kepala BNNP Sultra kemudian memberikan sambutan kepada seluruh pejabat dan staf yang dipusatkan di ruang rapat Kantor BNNP sultra. Dalam sambutannya, pria kelahiran Palembang Tahun 1962 tersebut mengharapkan kepada seluruh pegawai BNNP sultra maupun BNN Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara untuk dapat saling bekerjasama dalam mendukung program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Sulawesi Tenggara. Selain itu, Kepala BNNP sultra sultra menghimbau agar menghilangkan sifat Dikotomi atau perbedaan selama berada dilingkungan kerja guna mewujudkan lingkungan kerja yang harmonis.  Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BNNP Sultra, Kombes Pol. Drs. Imron Korry menjabat sebagai Auditor Irwasum Mabes Polri yang kemudian menggantikan Birgjen Pol. Drs. Bambang Priyambadha, S.H., M.Hum yang dimutasi dalam jabatan barunya sebagai Kepala BNNP Jawa Timur. Pergantian tersebut didasarkan pada Nota Dinas Sestama BNN Nomor: B/ND-107/II/SU/Kp.043.07/2019/BNN tanggal 8 Februari 2019 tentang Pelantikan Pejabat pada Acara Pengambilan Sumpah dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Badan Narkotika Nasional. #stopnarkoba


Jumat, 28 Desember 2018

Press Release Akhir Tahun 2018 BNNP Sultra

Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara pada Kamis (27/12/2018) menggelar Press Release Akhir Tahun 2018 di hadapan sejumlah wartawan media lokal yang ada di kota kendari.Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol. Drs. Bambang Priyambadha, SH., M.Hum didampingi para Kepala Bidang BNNP Sultra dan para Kepala BNN Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara secara langsung membacakan siaran pers akhir tahun 2018.sepanjang tahun 2018, BNNP Sultra bersama 4 (empat) BNN Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara berhasil menyelesaikan 27 Laporan Kasus Narkoba (LKN) dengan 36 orang tersangka yang terdiri 34 orang tersangka laki-laki dan 2 orang perempuan. dari 27 LKN tersebut, berhasil diamankan barang bukti 3,5 kg Narkotika jenis sabu, 810 gram Ganja dan 1,59 gram Tembakau Gorilla.untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba, bnn provinsi bersama 4 (empat) bnn kabupaten/kota se-sulawesi tenggara juga telah melaksanakan 189 kegiatan diseminasi informasi kepada 26.343 orang dari kelompok masyarakat, pekerja, maupun pelajar, dan pembentukan penggiat anti narkoba sebanyak 472 orang yang berasal dari lingkungan pekerja baik pemerintah maupun swasta, lingkungan pendidikan formal dan non-formal serta dari lingkungan masyarakat. selain itu, dalam upaya pemberdayaan masyarakat, bnn provinsi bersama 4 (empat) bnn kabupaten/kota se-sulawesi tenggara juga mendayagunakan peran serta masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, baik dengan sosialisasi bahaya narkoba maupun pelaksanaan uji narkoba melalui screening test yang kami upayakan menyentuk seluruh lapisan masyarakat.  dalam tahun ini bnn provinsi bersama 4 (empat) bnn kabupaten/kota se-sulawesi tenggara telah melakukan tes urine sebanyak 509 kali dengan melibatkan peserta sebanyak 10.902 orang dari berbagai kalangan, baik kelompok masyarakat, pekerja, maupun pelajar. dalam rangka upaya penyelamatan para penyalahguna dari jeratan narkoba, pada tahun 2018 bnn provinsi sulawesi tenggara telah meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi pada 15 lembaga baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat.sementara itu, jumlah penyalahguna yang telah memperoleh layanan rehabilitasi sebanyak 250 orang dengan rincian jumlah penerima layanan rehabilitasi laki-laki sebanyak 208 orang dan perempuan 42 orang. bnn provinsi sulawesi tenggara juga telah memberikan layanan pasca rehabilitasi kepada 70 mantan penyalahguna narkoba. #stopnarkoba


Selasa, 19 Maret 2019

Dua Tersangka Kurir Sabu Berhasil diamankan BNNP Sultra

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara pada Senin, 18 Maret 2019 menggelar Press Release penangkapan 2 (dua) orang tersangka kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang salah seorang tersangkanya diketahui hendak menyelundupkan narkotika golongan I jenis sabu seberat kurang lebih 1 Kilogram dari Makassar ke Kota Kendari melalui jalur Bajoe – Kolaka.Kepala BNNP Sultra, Brigjen Pol. Drs. Imron Korry yang didampingi Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sultra, AKBP Bagus Hari Cahyono, SE menjelaskan bahwa kedua tersangka berhasil diamankan tim pemberantasan BNNP Sultra di dua lokasi yang berbeda.Turut hadir mendampingi Kepala BNNP Sultra, Kepala Bagian Umum BNNP Sultra, Syamsuarto, S.Sos., M.Kes dan Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Sultra, La Mala, SKM., M.Si.“Tersangka SD(24) berhasil kita amankan pada 12 Maret 2019 di Jalan Pasar Panjang Kel.Bonggoeya Kec.Wua-wua Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, sedangkan tersangka HPS(29) di Pelabuhan Fery Kolaka Jln. Pancasila Kel. Labambaga Kec. Kolaka Kab.Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara pada 15 Maret 2019” ujar Kepala BNNP Sultra.Dari tangan kedua tersangka, tim pembeantasan BNNP Sultra berhasil mengamankan narkotika golongan I jenis sabu seberat 1097,83 Gram dengan rincian dari tersangka SD seberat 15,83 Gram sedangkan dari tersangka HPS seberat 1082 Gram.Salah seorang tersangka, yakni HPS merupakan seorang mantan napi yang baru sekitar 6 bulan yang lalu bebas setelah menjalani 5,3 tahun hukuman penjara untuk kasus yang sama.Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 Tahun penjara hingga ancaman pidana hukuman mati. #stopnarkoba


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP SULAWESI TENGGARA

159

Total Kasus Narkoba

209

Total Tersangka Kasus Narkoba

528

Total Pasien Penyalahgunaan

186

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

281,259

Jumlah Sebaran Informasi